Rubrik

Tindak Lanjut Pembahasan ACCSQ-PFPWG tanggal 16 Juni 2011

Posted On : 2011-06-22 08:40:42

Jakarta, Menindaklanjuti hasil pembahasan ASEAN Consultative Committee on Standars and Quality Prepared Foodstuff Product Working Group (ACCSQ-PFPWG) tanggal 26 April 2011, dan dalam rangka persiapan integrasi pasar ASEAN Economic Community (AEC) untuk sektor produk pangan olahan yang akan berlaku tahun 2014, maka Direktorat Minuman dan Tembakau kembali telah mengadakan pertemuan pada tanggal 16 Juni 2011 di Hotel Maharani. Pertemuan tersebut membahas analisis SWOT oleh GAPMMI dalam rangka mengahadapi ASEAN Prepared Foodstuff Product MRA yang masuk dalam 1st and 2nd commodity priorities dan membahas Pending Matters agenda sidang ACCSQ-PFPWG ke 13 di Kamboja yang akan diadakan Bulan Juli 2011.

Berikut hasil pertemuannya :

  1. Pertemuan memfokuskan pada pembahasan 1st and 2nd list  priorities dan analisis SWOT produk-produk pangan olahan yang dipresentasikan oleh GAPMMI. GAPMMI menyampaikan list produk-produk pangan yang dinilai dapat menjadi produk unggulan Indonesia di tingkat ASEAN berdasarkan kriteria HS number dan GSFA, tantangan yang dihadapi serta analisis SWOT.
  2. GAPMMI mengusulkan keikutsertaan akademisi dalam setiap pembahasan terkait kesiapan Indonesia dalam menghadapi integrasi pasar ASEAN di sektor pangan olahan dalam ACCSQ-PFPWG. Selain itu juga mengusulkan agar memasukkan standar food additive (pemanis) di tingkat ASEAN yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan akhir Juni 2011.
  3. GAPMMI akan mengedarkan kepada anggota asosiasinya untuk meminta masukan/analisa mengenai hal-hal apa saja yang diperkirakan mengancam terhadap produk industrinya sesuai dengan HS number dalam 1st dan 2nd list prorities.
  4. Ibu Atih menyampaikan bahwa penentuan posisi Indonesia dalam sidang ke-13 PFPWG di Cambodia disesuiakan dengan jadwal agenda sidang yang disusun oleh ASEC. Selain itu diusulkan agar penggunaan website PIPIMM sebagai media informasi kepada dunia usaha terkait ACCSQ-PFPWG segera ditindaklanjuti bentuk dan operasionalnya. Adapun 1st and 2nd list priorities yang disusun oleh GAPMMI agar dilihat lebih lanjut untuk nilai pasarnya (market value) dan di compare antara nilai ekspor dan impor perdagangannya.
  5. Pak Basrah menyampaikan bahwa yang penting dalam penentuan analisis SWOT adalah dengan memperhatikan pada industri produk pangan skala mikro serta penyusunan regulasi dan standar.
  6. Kemendag (Dit. Standarisasi) mengusulkan agar melibatkan Kemenlu dan SetKab dalam pembahasan persiapan Indonesia dalam menghadapi MRA sektor pangan di tingkat ASEAN serta penentuan daftar laboratorium penguji dan lembaga sertifikasi oleh KAN melalui BSN segera ditetapkan.
  7. Pertemuan mencatat agar dalam pertemuan lintas sektor Es.1 melibatkan Kemenlu dalam rangka pembahasan task force draft MRA.
  8. Dit. Mintem akan mengirimkan Draft Decision Tree Harmonizing Divergence On Food Safety Standard melalui ASEC kepada member state dan hasil survey food labelling (ACPRL) kepada malaysia.
  9. Pertemuan pembahasan selanjutnya mengenai penyusunan posisi Indonesia menghadapi Prepared Foodstuff  MRA dan sidang ke-13 PFPWG akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni 2011 dengan difasilitasi oleh Dit. Ind. Makanan, Hasi Laut dan Perikanan, Kemenperin.

 

SWOT 1 DAN 2 PRIORITAS KOMODITI PFPWG 16JUN11.ppt  

36th ACCSQ - Annex 18 - Revised Work Programme 12th PFPWG.pdf  

Produk PFS utk 3rd priority_110210.xls