Rubrik

Kebutuhan Industri Pangan

Posted On : 2011-03-05 00:03:36

Anyer - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berharap bisa mendapat pasokan gas untuk didistribusikan ke lebih banyak lagi pelanggan industri. PGN yang memiliki infrastruktur distribusi gas ini menargetkan peningkatan pelanggan, baik dari kalangan industri, rumah tangga, dan lainnya.

 

Saat ini, PGN masih mengalami kekurangan pasokan gas alam untuk memasok kebutuhan bagi kalangan industri dan pelanggan lainnya, salah satunya akibat pengalihan pasokan untuk produksi (lifting) minyak perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Indonesia.

 

"Selama ini, pemenuhan kebutuhan gas untuk industri merupakan prioritas keempat, persisnya setelah untuk lifting minyak, pabrik pupuk, dan PLN. Ini kebijakan nasional, bukan PGN," kata GM Strategic Business Unit (SBU) I PGN Hendy Kusnadi pada acara Forwin (Forum Wartawan Industri) Family Gathering 2011 di Anyer, Banten, Minggu (27/2).

Menurut dia, kontrak pasokan gas dari Conoco Philips sebesar 386 MMS CFD (juta kaki kubik per hari) untuk 2011 hanya bisa dipenuhi sebesar 295 MMSCFD. Ini karena ada pengalihan pasokan gas ke PT Chevron Pacific Indonesia untuk lifting minyak.

"Artinya, pasokan gas untuk PGN yang sudah legal dan tertulis dikontrak ini berkurang 91 MMSC FD. Kalau untuk industri rata-rata kebutuhan gasnya hanya 0,25 MMSCFD, berarti 364 industri bisa hidup atau ekspansi," ujarnya.

Hendi mengatakan, sebenarnya sejak Maret 2010 pasokan gas untuk PGN terus menurun. Kondisi ini menyebabkan pihaknya memangkas pasokan gas ke pelanggan, khususnya industri, sebesar 20-25 persen. "Itulah mengapa kalangan industri melalui asosiasi mengeluhkan berkurangnya pasokan.

Untuk mengatasi ini, kami bekerja sama dengan kalangan industri dan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian. Ini agar ada keberpihakan pasokan gas," ujarnya.

Lebih jauh Hendi menjelaskan, kendati kontribusi dan infrastruktur distribusi gas oleh PGN terus bertambah, namun alokasi gas untuk PGN terbatas.

Bahkan, PGN harus mengikuti tender untuk mendapatkan pasokan gas dari produsen gas, seperti Pertamina dan produsen lainnya. PGN sendiri tidak masuk ke bisnis hulu, eksplorasi gas. Padahal, sebagian besar pasokan gas PGN untuk kalangan industri. Secara volume, sekitar 98 persen penjualan gas PGN ke sektor industri, sisanya (2 persen) ke rumah tangga dan pelanggan kecil.

Sumber: www.kemenperin.go.id (Suarakarya-online.com, 01 Maret 2011)