Berita Hangat

Intensifikasi Pengawasan Pangan Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1435 H oleh Badan POM RI

Posted On : 2014-06-24 14:44:32

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan pertemuan pada Kamis 12 Juni 2014 di Aula Gedung C BPOM, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Kementerian (Perdagangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kesehatan), Asosiasi (GAPMMI, PIPIMM, APRINDO, YLKI, dan APLI) dan rekan-rekan dari media pers. Tujuan diadakan pertemuan ini berkaitan dengan pengawasan yang telah dilakukan BPOM menjelang bulan  Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Pemaparan materi disampaikan oleh Kepala BPOM, Dr. Roy A. Sparringa, M.App.Sc.

Badan POM melakukan pengawasan bukan hanya menjelang bulan Ramadhan saja, namun pengawasan sudah dilakukan mulai dari pre-market hingga post-market. Pada awal bulan Juni ini BPOM melakukan langkah pencegahan sebagai bentuk komitmen melindungi konsumen yaitu dengan melakukan inspeksi dengan target pengawasan meliputi pangan olahan tanpa ijin edar, kadaluarsa, rusak kemasan serta tidak memenuhi ketentuan label serta pangan takjil yang mengandung bahan berbahaya yang tidak hanya dijual supermarket, tetapi juga di pasar tradisional.

Disampaikan pula temuan-temuan BPOM dari tahun lalu, temuan rutin serta kecendrungan temuan dari tahun ke tahun. Dari hasil intensifikasi pengawasan pangan olahan menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1435 H diketahui bahwa dari pemeriksaan 520 sarana distribusi yang dicurigai, 380 sarana distribusi memenuhi ketentuan dan 140 sarana tidak memenuhi ketentuan. Selain itu, dipaparkan hasil intensifikasi pengawasan pangan tahun 2014 di 20 Provinsi, untuk produk olahan tanpa izin edar didominasi daerah Jakarta, Pekanbaru, Batam dan Semarang. Produk kadaluarsa didominasi daerah Surabaya, Kendari, Palangkaraya dan Yogyakarta. Produk rusak didominasi daerah Makasar, Jambi dan Semarang. Produk tidak memenuhi ketentuan label didominasi daerah Banjarmasin, Makasar dan Semarang (sampai dengan 11 Juni 2014).

Dari temuan-temuan yang didapatkan, BPOM tentunya melakukan tindakan lanjut seperti melakukan pembinaan, memberikan sanksi administratif berupa peringatan dan pemusnahan, dan dilakukan pro-justitia jika pelaku telah berulang kali mengedarkan pangan ilegal. Disebutkan juga oleh Bapak Roy mengenai kasus “Bourbon” dan menghimbau bagi pelaku usaha agar memperkuat implementasi self regulatory control terhadap produk yang dijual, serta masyarakat diingatkan agar lebih cerdas dalam memilih suatu produk dengan cermat membaca label kemasan. Pak Roy menghimbau terkait penerimaan, penyimpanan hingga penjualan harus sesuai Cara Ritel Pangan yang Baik, sebagai contoh agar dilakukan pemisahan produk yang mengandung Babi dengan produk pangan lain. (sen/rat)