Berita Hangat

Audiensi PIPIMM dengan Menteri Perindustrian

Posted On : 2012-04-11 15:10:11

 

Pengurus baru PIPIMM periode 2014-2017 melakukan audiensi ke Menteri Perindustrian selaku Dewan Pelindung PIPIMM pada Selasa, 13 Januari 2015 di Ruang Menteri Perindustrian. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Saleh Husin didampingi oleh Dirjen Industri Agro, Panggah Susanto serta pengurus PIPIMM sebanyak 5 (lima) orang. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan organisasi, kiprah & program unggulan PIPIMM ke depannya kepada Menteri Perindustrian yang baru di era Kabinet Kerja Bp Joko Wi.Acara ini diawali dengan penjelasan oleh Bapak Suroso Natakusuma, selaku Ketua Umum PIPIMM sekaligus ucapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Kementerian Perindusrtian selama ini serta permohonan untuk dukungan program yang akan diusung ke depannya.PIPIMM berdiri pada tahun 2007, yang diprakarsai oleh Menteri Perindustrian di mana salah satu pembinanya adalah Dirjen Industri Agro. PIPIMM memiliki tugas pokok mencegah dan menangani misleading information produk industri makanan dan minuman yang beredar di masyarakat melalui edukasi, sosialisasi, dan publikasi.Bapak Suroso juga menjelaskan mengenai kasus-kasus misleading information yang berhasil ditangani PIPIMM diantaranya: kasus Indomie goreng cabe hijau yang menggunakan pewarna hydroastikolom serta kasus indomie dengan pengawet nipagin yang beredar  di Taiwan serta beberapa kasus terkait missleading information terkait produk yang menggunakan pemanis buatan. Disampaikan pula, rencana program kerja PIPIMM untuk tahun 2015, diantaranya pembuatan Buku Pintar untuk memudahkan konsumen dengan fokus kepada edukasi mengenai BTP (Bahan Tambahan Pangan). Dari hasil pemaparan Ketua Umum PIPIMM, Menteri Perindustrian sangat mendukung keberadaan PIPIMM serta program kerja yang akan PIPIMM lakukan. Acara ini dirasakan sangat baik oleh para pengurus PIPIMM. Dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian, PIPIMM diharapkan dapat terus menjembatani hubungan antara konsumen, pihak swasta yaitu industri makanan dan minuman, serta pihak pemerintah, baik Kementerian Perindustrian maupun Kementerian terkait lainnya melalui.kolaborasi yang baik dengan media massa.