Kegiatan

Press Release PIPIMM: Kesiapan Industri dan Konsumen Menyambut Idul fitri

Bertempat di : Ruang Rapat PIPIMM, Gedung Kementerian Perindustrian Lantai 3

 

Press Release

 

 Kesiapan Industri dan Konsumen Menyambut Idul fitri


Jakarta, 6 Juli 2012

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan bahwa jumlah impor pangan olahan pada triwulan pertama (Bulan Januari, Februari, Maret) tahun 2011 - 2012 mengalami peningkatan sebesar 1,28% (Source: BPS yang diolah Pusat Data dan Informasi Kementerian Perdagangan). Pangan tersebut sebagian besar di peroleh dari negara-negara seperti China, Malaysia, Singapura , dan Wilayah ASEAN lainnya.  Namun tidak dapat dipungkiri terdapat banyak produk ilegal yang beredar di pasar Indonesia. Produk pangan olahan tersebut dinyatakan ilegal karena tidak memiliki ijin impor, tidak menggunakan label bahasa Indonesia, tidak sesuai dengan ketentuan standar, dan tidak memiliki nomor pendaftaran. Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) Kementerian Perdagangan menemukan banyak produk pangan ilegal di pasaran dan Badan Karantina Kementerian Pertanian juga menemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya.

 

Selain itu, berdasarkan hasil Pengawasan BPOM (operasi khusus intensifikasi pengawasan pangan) menjelang Idul Fitri tahun 2011 yang lalu ditemukan 420 item (132.259 kemasan) pangan tidak memnuhi syarat, dimana dari sisi nilai ekonomi, temua pangan tidak memenuhi syarat tersebut diperkirakan mencapai Rp 3.306.476.000.000,-, dengan rincian yaitu pangan dalam keadaan rusak (3%), dengan kadaluarsa (31%), pangan Tanpa Ijin Edar (44%) dan pangan Tidak Memenuhi Ketentuan Label (22%)

 

Berdasarkan lokasi temuan, jumlah item temuan pangan Tanpa Ijin Edar terbesar dari Malaysia, China, Thailand dan Jepang, dan produk banyak ditemukan di daerah perbatasan seperti Pontianak, Padang, Batam, Medan & Pekanbaru.

 

Dari hasil pantauan PIPIMM, kasus-kasus yang muncul menjelang lebaran antara lain :

  • Produk pangan kadaluarsa di parcel
  • Produk pangan kadaluarsa yang direpacking dengan kemasan plastic/bening.

 

Di sisi lain, menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2012 permintaan produk pangan olahan akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) menghimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dan teliti dalam memilih produk pangan.

 

Ketua  PIPIMM, Suroso Natakusuma menyampaikan bahwa masyarakat/konsumen harus cerdas dan mewaspadai beredarnya produk makanan dan minuman kadaluarsa atau ilegal ataupun sudah tidak layak dikonsumsi, yang seringkali beredar atau ditemui pada saat menjelang lebaran tersebut.

 

Untuk itu, PIPIMM menghimbau beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat atau konsumen antara lain sebagai berikut:

  • Teliti sebelum membeli dengan membaca secara teliti dan seksama label pada produk pangan, antara lain: tanggal kadaluarsa, label berbahasa Indonesia, nama produsen dan nomor registrasi BPOM (MD/ML) dll pada produk tersebut.
  • Belilah barang pangan sesuai kebutuhan.
  • Gunakan dengan bijaksana, Hak dan Kewajiban sebagai konsumen


Sehingga, dengan menjadi konsumen cerdas, diharapkan masyarakat/konsumen dapat memilih pangan yang baik dan aman dikonsumsi.

 

Untuk info lebih lanjut hubungi:

Sekretariat PIPIMM

Gedung Kementerian Perindustrian Lantai 3

Telp       : 021-52920970 / 021-5255509 ext : 2261

Email     : info.pipimm@yahoo.com