Kegiatan

Sosialisasi PIPIMM di Mataram : Peningkatan Daya Saing Produk Industri Pangan Indonesia

Bertempat di : Grand Legi Mataram, Nusa Tenggara Barat

 

Mataram, 26 April 2012, PIPIMM ikut serta dalam Rapat Koordinasi Keamanan Pangan dan Daya Saing Produk di Hotel Grand Legi Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan oleh Direktorat Industri Minuman dan Tembakau. Bapak Agus selaku Kasubdit Program, Evaluasi, dan Pelaporan, Direktorat Industri Minuman dan Tembakau, menyampaikan bahwa masih banyak permasalahan pangan yang dihadapi oleh industri.  padahal industri memiliki prospek yang bagus. Pengembangan industri harus fokus pada penguatan seluruh rantai industri.

Selanjutnya, Bapak Lalu Imam Maliki selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan sebuah tuntutan yang terkait dengan perlindungan konsumen, sedangkan daya saing merupakan tujuan yang akan dicapai oleh suatu usaha. Diharapkan dengan rapat koordinasi ini, kedua hal tersebut dapat diperoleh, khususnya oleh pelaku usaha. Phoenix Mas Food merupakan perusahaan yang mendominasi pengolahan rumput laut. Phoenix Mas Food sudah sering mewakili NTB dalam tingkat nasional terkait daya saing industri. Namun yang disayangkan, kemasan yang digunakan oleh Phoenix Mas Food merupakan hasil impor dari China. Akan lebih baik jika kemasan yang digunakan merupakan produk dari dalam negeri. Semua industri yang ada di NTB adalah industri rumah tangga. Industri-industri rumah tangga yang ada masih perlu dikoreksi untuk meningkatkan daya saingnya. Hal inilah yang menyebabkan tidak ada produk yang diekspor dari NTB.

Program unggulan yang ada di NTB yaitu PIJAR (sapi, jagung, dan rumput laut), sudah hampir mendekati target. Pemerintah Daerah NTB merasakan beberapa kebijakan Pemerintah Pusat belum berpihak pada industri di luar pulau jawa, salah catu contohnya yaitu kebijakan politik anggaran. Industri daerah bukan mengejar angka kumulatifnya tetapi percepatan industri di Pulau Jawa. Kegiatan ini juga secara tidak langsung berkaitan dengan program unggulan pariwisata NTB yaitu Visit Lombok-Sumbawa. Kegiatan ini merupakan acara yang strategis karena setiap industri harus berpedoman pada aspek keamanan pangan untuk menciptakan daya saing dalam penyebaran produk. Sektor industri memiliki peran penting dalam hal produk domestik bruto, penerimaan devisa, dan penyerapan tenaga kerja. Fokus strategi pembangunan yaitu membentuk daya saing yang kokoh dan berkelanjutan.

Narasumber dalam rapat koordinasi ini yaitu Bapak Suratmono (Dir. Inspeksi dan Sertifikasi Produk Pangan BPOM Jakarta). Beliau menyampaikan mengenai Pengawasan Peredaran Produk Industri Makanan dan Minuman. Kemudian Bapak Doni Wibisono (GAPMMI), yang menyampaikan Peningkatan Daya Saing Produk Industri Makanan dan Minuman melalui e-Registration. Dan Bapak Suroso (Ketua Umum PIPIMM) yang menyampaikan permasalahan pangan yaitu terjadinya kontaminasi terhadap pangan sehingga dapat membahayakan kesehatan, Penggunaan bahan berbahaya pada pangan untuk tujuan tertentu (pengawet, pewarna, pemanis, dsb), Penggunaan BTP yang melebihi dosis yang diperbolehkan oleh otoritas pengawasan pangan (BPOM), Misleading information (informasi yang menyesatkan).

Terjadinya kontaminasi terhadap pangan sehingga dapat membahayakan kesehatan
Penggunaan bahan berbahaya pada pangan untuk tujuan tertentu (pengawet, pewarna, pemanis, dsb)
Penggunaan BTP yang melebihi dosis yang diperbolehkan oleh otoritas pengawasan pangan (BPOM)
Misleading information (informasi yang menyesatkan)