Kegiatan

Sosialisasi PIPIMM di Batam : Peningkatan Daya Saing Produk Makanan dan Minuman Indonesia

Bertempat di : Mercure Hotel, Batam, Kep Riau

 

Batam, 28 Februari 2012 Kementerian Perindustrian dan Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) dalam sosialisasi peningkatan daya saing produk industri makanan dan minuman, yang diadakan di Hotel Mercure, membahas tentang pentingnya pengetahuan tentang keamanan pangan agar terhindar dari misleading information serta secara tidak langsung meningkatkan daya saing produk dalam negeri di kalangan masyarakat Batam khususnya. Batam yang merupakan daerah potensial bagi produk-produk impor perlu partisipasi dari masyarakat untuk membeli produk dalam negeri.

Selain itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam menghimbau agar para pelaku industri makanan dan minuman untuk tetap melakukan usahanya di Batam. Saat ini yang terjadi Industri mamin yang ada di Malaysia pemiliknya adalah orang Batam. Kemudahan membangun industri di Malaysia menjadi faktor penting. Izin usaha, izin halal dan lainnya di Malaysia lebih mudah, kebutuhan bahan baku beberapa diekspor dari Indonesia, contohnya kelapa, gula merah dll. Untuk kemasan dapat dengan mudah diperoleh dari kota lainnya di Malaysia. Kemudian pihak industri Malaysia menjual kembali produk makanan dan minuman tersebut ke Batam. Informasi ini diperoleh dari penelusuran daerah-daerah industri di sepanjang pulau Malaysia yang berbatasan dekat dengan Batam. Kesulitan membangun industri mamin di Batam : sulit membangun konektivitas, daya dukung, hubungan dagang dengan pulau-pulau lainnya, system logistic masih belum bagus, terkendala transportasi yang sulit.

Sosialisasi yang bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Kota Batam, Dinas Perindustrian Kota Batam dan Badan POM RI tersebut memfokuskan pembahasan pada daya saing produk mamin dan pengawasan peredaran produk pangan. Produk makanan dan minuman Indonesia khususnya di Batam saat ini kalah saing dengan produk impor. Namun dengan membentuk kepercayaan konsumen maka produk dalam negeri dapat bertahan. konsumen yang mengerti dan paham akan produk pangan yang bermutu dan aman tentunya tidak mudah terhasut oleh pemberitaan isu pangan yang simpang siur.

Selanjutnya Direktorat Inspeksi Pangan, BPOM menyarankan kepada konsumen untuk lebih selektif dalam memilih produk pangan berkemasan dan selalu memeriksa label kemasan pangan sebelum membeli dan mengkonsumsinya. BPOM mendukung industri dalam negeri dengan cara produk impor harus dengan izin ML dan label dalam bahasa Indonesia (tidak boleh stiker ditempel tetapi menyatu dengan label). Bea Cukai Batam melindungi masyarakat dengan menentukan barang yang boleh masuk ke Batam berdasarkan kuota kebutuhan masyarakat Batam, hal ini untuk mencegah overload produk impor dan terjual keluar daerah Batam. Direktorat Minuman dan Tembakau, Ditjen IA Kemenperin juga mengingatkan kepada masyarakat Batam untuk memberitahukan ke pihak berwenang (bisa melalui Balai POM kemudian Bea cukai) terhadap produk impor mamin ilegal yang beredar dimasyarakat.  Dengan peran serta masyarakat diharapkan pihak berwajib dapat menindaklanjuti lebih cepat dan responsif.

Pertanyaan seputar pangan dapat di kirimkan via email ke : info.pipimm@yahoo.com