Kegiatan

Sosialisasi PIPIMM di Palu Sulawesi Tengah : Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan Indonesia

Bertempat di : Hotel Palu Golden, Palu, Sulawesi Tengah

 

(Radar Sulteng, Kamis, 14 Juli 2011) Palu-Keamanan pangan dewasa ini dipandang sebagai sesuatu yang krusial. Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki dan harus dipenuhi setiap saat. Untuk itu, kelangsungan hidup manusia sedikit banyak dipengaruhi oleh seberapa besar tingkat keamanan pangan yang dikonsumsi. Namun sangat disayangkan, ketidakpahaman masyarakat sebagai konsumen, sering menimbulkan dampak buruk bagi konsumsi pangan kita.

Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) Direktorat Jenderal Industri Agro, dalam sosialisasi pangan dan daya saing produk, yang digelar di Hotel Palu Golden Jalan Raden Saleh kemarin (13/7), secara khusus membahas pentingnya edukasi terhadap konsumen. Pola edukasi yang diberikan adalah guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan keamanan pangan.

Sosialisasi yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagKop) Kota Palu, Badan POM RI, serta GAPMMI tersebut, memfokuskan pembahasanpada tren mutu dan keamanan pangan. Dalam tren yang dimaksud disebutkan, bahwa peningkatan daya saing produk pangan Indonesia dapat dilakukan dengan menghimpun kepercayaan konsumen terhadap produk yang aman dan bermutu.

“Produk yang aman dapat diperoleh dari proses produksi yang bersih dan higienis sesuai dengan cara produksi pangan olahan yang baik,” papar Ratna Indrayani, Ketua Bidang Publikasi PIPIMM.

Yang sering terjadi dalam banyak kasus sehubungan dengan mutu produk, tambah Ratna, adalah timbulnya misleading informasi akibat pemberitaan isu pangan yang terkesan simpang siur. Tidak jarang, isu yang timbul menyebabkan pada kepanikan dan ketakutan konsumen untuk mengkonsumsi bukan hanya produk yang diisukan, namun juga menimpa produk sejenis. Selain itu, hal semacam ini pun akan berimbas pada jaringan.

“Ketakutan agen distributor hingga retail karena aksi sweeping yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambah Ratna. Sehingga, dinilai penting agar para produsen dapat proaktif dalam menginformasikan keamanan produk kepada konsumen.

“Salah satu tanggung jawab produsen adalah memberikan informasi yang lengkap kepada konsumennya, berkaitan konsep, cara produksi, sampai pelabelan halal dan sebagainya, urutannya sangat banyak, namun ini yang harus selalu menjadi perhatian produsen,” saran Ratna. Penting karena ini akan berkaitan dengan dampak-dampak yang merugikan banyak pihak, baik produsen, konsumen, dan pemerintah.

 

Pertanyaan seputar dunia pangan dapat disampaikan melalui email ke info.pipimm@yahoo.com