Kegiatan

Audiensi dengan Menteri Perdagangan

Bertempat di : Ruang Rapat Menteri, Kementerian Perdagangan

 

Acara ini berlangsung pada Jumat, 10 Desember 2010 bertempat di Ruang Rapat Menteri, Kementerian Perdagangan. Acara ini dihadiri oleh Ibu Dr. Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan RI dan beberapa pejabat eselon I dan II Kementerian Perdagangan. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban PIPIMM dan memberitahukan program PIPIMM ke depan serta mengharapkan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan untuk program PIPIMM di masa datang. Acara tersebut dihadiri pula oleh CEO dan Manager dari industri makanan dan minuman di Indonesia.

 

PIPIMM menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang dipresentasikan oleh Bapak Franky Sibarani, Sekretaris Jenderal PIPIMM. Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Ibu Menteri mengenai ekspor impor produk pangan. Saat ini bila dilihat dari data yang ada, produk makanan dan minuman merupakan komoditas yang cukup baik perkembangan ekspor impornya. Namun jumlah produk makanan dan minuman yang di ekspor lebih kecil dari pada jumlah produk makanan dan minuman yang di impor. Hal ini dapat menjadi pemicu agar industri mamin memperluas pangsa pasar ekspor.

 

Dari slide presentasi PIPIMM, Ibu Mendag mendukung adanya program food safety clearance house yang tentunya dapat dikoordinasikan dengan direktorat yang terkait dari Kementerian Perdagangan. Mendag mendukung sekali tindakan proaktif ke sosio media berupa facebook atau twitter, karena media tersebut lebih mudah diakses oleh masyarakat dan tidak memerlukan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan ke media cetak.

 

PIPIMM sebagai lembaga nirlaba yang independen dengan fungsi dan tugasnya melakukan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan publikasi baik terhadap masyarakat konsumen, industri dan mass media berkaitan dengan berbagai persoalan pada  industri makanan dan minuman. Untuk melakukan sosialisasi tentang BTP atau materi yang terkait, diperlukan bahan atau materi yang cocok dan sesuai sasaran, diharapkan PIPIMM dapat memenuhinya. Untuk pelaksanaan dapat berkoordinasi dengan Direktorat yang terkait.

 

Acara dilanjutkan dengan diskusi antara Mendag dengan CEO dari industri makanan dan minuman. Beberapa masalah yang dibahas adalah mengenai banyaknya produk impor olahan daging masuk ke Indonesia yang bahan bakunya berasal dari daging yang dilarang untuk di impor ke Indonesia. Hal ini merugikan industri dalam negeri karena produk olahan daging impor tersebut dijual dengan harga lebih murah di pasaran. Diharapkan Kementerian dapat memberikan kebijakan yang mendukung. Selanjutnya, masalah harga komoditas bahan baku industri cenderung naik terus, diharapkan kebijakan yang mendukung dan koordinasi Kementerian yang terkait. Diharapkan dukungan untuk fasilitas laboratorium pendukung untuk analisis produk sebelum produk di ekspor. Pihak Kementerian Perdagangan akan menangani lebih lanjut masalah tersebut dengan koordinasi pejabat eselon I terkait.

 

Acara ini dirasakan sangat baik oleh para tamu undangan, dikarenakan para tamu mendapatkan arahan dan informasi yang penting terkait industri makanan dan minuman. Dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan, PIPIMM diharapkan untuk dapat terus ada dan menjembatani hubungan antara pihak swasta yaitu industri makanan dan minuman dengan pihak pemerintah, baik Kementerian Perindustrian maupun Kementerian lainnya yang terkait dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.