Kegiatan

Executive Gathering PIPIMM 2010

Bertempat di : Ruang Rajawali, Lantai 2 Kementerian Perindutrian

 

Acara ini berlangsung pada kamis, 4 November 2010 bertempat di Ruang Rajawali, Lantai 2 Kementerian Perindutrian. Hadir sebagai pembicara antara lain Prof. FG. Winarno (Rektor Universitas Atmajaya) dan Faisal Basri (Analis Ekonomi). Acara ini dihadiri pula oleh pihak Kementerian Perindustrian yaitu Ir. Benny Wahyudi, MBA (Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian), Ir. Enny Ratnaningtyas, MS (Direktur Industri Minuman dan Tembakau), Ir. Faiz Achmad, MBA (Direktur Indutri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan).

 

Acara yang mengusung tema Outlooks food industry di tengah potensi atau ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dunia” ini juga dihadiri oleh berbagai CEO dan Manager dari industri makanan dan minuman seluruh Indonesia. Mengingat industri makanan dan minuman dimasa yang akan datang perannya semakin penting sebagai pemasok pangan dunia, namun terkait fenomena lanina yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dunia secara ekstrim  yang saat ini sedang terjadi akan mempengaruhi stok pangan dunia karena terganggunya pasokan bahan baku dan peningkatan harga dari hasil pertanian. Indonesia sebagai Negara tropis perannya dalam penyediaan  pangan dunia semakin besar.

 

Dalam sambutannya, Pak Dirjen Industri Agro, Ir. Benny Wahyudi menyampaikan bahwa Industri makanan dan minuman berperan semakin penting dimasa datang terkait dengan perubahan iklim yang akan mempengaruhi stok pangan dunia. Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini agar memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang. Industri makanan dan minuman berperan penting dalam pembangunan sector industri. PIPIMM sebagai lembaga nirlaba yang independen dengan fungsi dan tugasnya melakukan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan publikasi baik terhadap masyarakat konsumen, industri dan mass media berkaitan dengan berbagai persoalan pada  industri makanan dan minuman. Keberadaan PIPIMM sebagai representasi industri makanan dan minuman dalam berbagai kegiatan seperti penyusunan SNI, codex, media grathering dan lain sebagainya telah dirasakan mengatasi berbagai masalah. Bapak Benny juga menyampaikan bahwa sangat mengharapkan adanya dukungan dari para pengusaha  industri makanan dan minuman, sehingga langkah-langkah konkrit operasional guna peningkatan peran PIPIMM di masa mendatang dapat segera terwujud.

 

Pakar Teknologi Pangan, Prof Winarno menyampaikan perubahan iklim yang terjadi mempengaruhi sumber daya alam yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Global food production diperkirakan akan turun drastis bila suhu rata rata dunia meningkat lebih dari 1 sampai 3 derajad Celcius. Untuk itulah diperlukan peran teknologi inovasi pada sumber daya alam yang ada yaitu dengan biotechnology. Teknologi yang terbaru dalam inovasi produk pangan saat ini adalah nanoteknologi. Sejauh ini peran nanoteknologi adalah dalam food processing dan packaging yang dirancang khusus dengan teknologi. Kemasan dengan nanoteknologi ini dapat memperpanjang masa simpan produk pangan dengan berbagai macam teknik. Diantaranya melepaskan bahan kimia atau dengan melepaskan antimikroba sehingga produk pangan lebih awet.  Dengan nanoteknologi, kemasan pangan dapat lebih inovatif dalam meningkatkan tampilan dan memperpanjang masa simpan.

 

Sedangkan menurut pakar ekonomi, Pak Faisal Basri menyampaikan bahwa industri makanan dan minuman berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dapat terlihat dari beberapa indicator diantaranya GDP, hasil ekspor-impor produk makanan dan minuman dan peringkat pertumbuhan industri. Namun hasil peningkatan ini masih perlu didukung dengan peran teknologi (inovasi produk, kemasan dan lainnya), infrastruktur (logistic kebutuhan industri), institusi (peraturan yang terkait industri mamin), health and primary education (sumber daya manusia Indonesia).

 

Acara ini dirasakan sangat baik oleh para tamu undangan, dikarenakan para tamu mendapatkan arahan dan informasi yang penting terkait industri makanan dan minuman. Dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian khususnya Dirjen Industri Agro, PIPIMM diharapkan untuk dapat terus ada dan menjembatani hubungan antara pihak swasta yaitu industri makanan dan minuman dengan pihak pemerintah, baik Kementerian Perindustrian maupun Kementerian lainnya yang terkait dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

 

Oleh : Admin PIPIMM, Januari 2011